Memuat halaman…
Memuat halaman…
Mengatakan 不 ('tidak') secara langsung terhadap undangan, permintaan, atau tawaran bisa terdengar kasar dalam konteks sosial Tionghoa, bahkan ketika penolakan itu sepenuhnya wajar. Pola umumnya adalah melunakkan penolakan dengan permintaan maaf, alasan yang samar, dan sering kali alternatif - 不好意思,这次可能不行 ('Maaf, sepertinya kali ini saya tidak bisa') membuka jalan tanpa penolakan yang tegas.
Frasa melunakkan seperti 我再考虑一下 ('biar saya pikirkan dulu') atau 恐怕不太方便 ('sepertinya kurang nyaman/pas') berfungsi sebagai penolakan halus - alasan yang rinci biasanya tidak diharapkan atau diperlukan. Memberi terlalu banyak alasan justru bisa terkesan mencurigakan; alasan ringan dan samar disertai nada minta maaf sudah cukup menyampaikan penolakan dengan jelas.
Terutama saat makan, akan ada semacam ritual menawarkan dan menolak (推让) - tuan rumah mungkin menawarkan makanan, minuman, atau untuk membayar, dan satu-dua penolakan pertama hanyalah basa-basi sopan, bukan penolakan sungguhan. Penolakan yang sungguh-sungguh biasanya perlu diulang dengan lebih tegas, idealnya disertai alasan konkret (kesehatan, harus menyetir, besok pagi harus bangun awal), kalau tidak akan dianggap sebagai ronde kesopanan pertama yang wajar, bukan penolakan sebenarnya.
maaf, sepertinya kali ini saya tidak bisa
biar saya pikirkan dulu
sepertinya kurang nyaman/pas
lain kali saja ya
terima kasih niatnya (menolak halus)
pasti lain kali
Dengarkan dulu, lalu buka untuk mengecek jawabanmu.
Putar audionya, lalu buka untuk mengecek.
Putar audionya, lalu buka untuk mengecek.
Putar audionya, lalu buka untuk mengecek.
Putar audionya, lalu buka untuk mengecek.
Putar audionya, lalu buka untuk mengecek.
Putar audionya, lalu buka untuk mengecek.