Memuat halaman…
Memuat halaman…
Pelajari inisial, final, dan nada. Ketuk setiap bunyi untuk mendengarnya.
Bunyi awal suku kata. Ketuk setiap huruf untuk mendengarnya.
Bunyi setelah inisial. Ketuk setiap final untuk mendengarnya.
Nada mengubah arti kata. Ketuk setiap "ma" untuk membandingkan.
Urutannya: a, lalu e atau o, lalu vokal terakhir. Pada iu dan ui, tandai vokal kedua. Huruf i bertanda kehilangan titiknya.
Nada kadang berubah saat suku kata bertemu - nada yang ditulis tidak selalu nada yang diucapkan.
Dua nada ketiga berturut-turut? Yang pertama diucapkan sebagai nada kedua, meski tetap ditulis sebagai nada ketiga.
一 berdiri sendiri tetap yī. Sebelum suku kata bernada empat ia menjadi yí; sebelum suku kata bernada satu, dua, atau tiga ia menjadi yì.
不 biasanya bù, tapi sebelum suku kata bernada empat ia menjadi bú.
Partikel dan suku kata berulang bisa kehilangan nada. Ucapkan pendek dan ringan, tanpa tanda nada.
Ü berbeda dari u: nǚ bukan nǔ. Setelah j, q, x, dan y, umlaut hilang tetapi bunyinya tetap ü.
Menambahkan 儿 memberi bunyi r pada akhir kata, terutama dalam logat Beijing: 花 huā menjadi 花儿 huār.
Ejaan pinyin bisa berubah saat bunyi bertemu. Pelafalannya tetap sama.
Tanpa inisial, i memakai y, u memakai w, dan ü menjadi yu.
Setelah j, q, atau x, huruf u selalu dibaca ü: ju, qu, xu.
Setelah inisial, tulis -iu, -ui, atau -un. Vokal tengahnya tetap terdengar: liu = li(o)u.
Hanya b, p, m, dan f yang langsung bertemu o. Ada bunyi w samar di dalamnya.
Ubah pinyin bernomor menjadi tanda nada di bawah. Ketik v untuk ü.
nǐ hǎo, wǒ shì xuéshēng
Di mana fonologi Indonesia membantumu, dan di mana ia diam-diam menjebakmu.
P, t, k bahasa Indonesia cocok dengan b, d, g pinyin. P, t, k pinyin perlu hembusan kuat.
Gulung lidah untuk zh, ch, sh, r. Bulatkan bibir untuk ü. Ucapkan z dan c seperti dz dan ts.
Bahasa Indonesia sudah memberimu akhiran -ng, vokal a/i/u yang bersih, dan bunyi ny.
Bahasa Indonesia memakai nada untuk emosi. Mandarin memakainya untuk makna: mā, má, mǎ, dan mà adalah kata berbeda.